← Kembali ke daftar

D.0069 · Disfungsi Seksual

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
D.0069 (SDKI) L.07055 (SLKI) I.07214 (SIKI)

Disfungsi Seksual (D.0069)

Aktual · Fisiologis · Reproduksi dan Seksualitas

Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.

Luaran Keperawatan (SLKI): Fungsi Seksual (L.07055) · Ekspektasi: Membaik

Buka halaman luaran L.07055 →

Kriteria Hasil (Indikator SLKI)Arah target
Kepuasan hubungan seksual↑ Meningkat
Mencari informasi untuk mencapai kepuasan seksual↑ Meningkat
Verbalisasi aktivitas seksual berubah↓ Menurun
Keluhan nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)↓ Menurun
Hasrat seksual & orientasi seksual↗ Membaik
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Fungsi Seksual (L.07055) membaik, dengan kriteria hasil: Kepuasan hubungan seksual meningkat, Mencari informasi untuk mencapai kepuasan seksual meningkat, Verbalisasi aktivitas seksual berubah menurun, Keluhan nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia) menurun, Hasrat seksual & orientasi seksual membaik.

Intervensi Keperawatan (SIKI): Konseling Seksualitas (I.07214)

Buka halaman intervensi I.07214 →

Definisi SIKI: Memberikan bimbingan terapeutik untuk membantu pasien dan pasangan mengatasi gangguan fungsi seksual atau adaptasi seksual akibat penyakit, medikasi, maupun pembedahan.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi tingkat pengetahuan, masalah sistem tubuh, dan faktor penyebab disfungsi seksual
  • Identifikasi waktu terjadinya disfungsi seksual dan kemungkinan hubungan dengan penyakit/pengobatan
  • Monitor stres, kecemasan, depresi, dan citra tubuh yang mengganggu kepuasan seksual
2. Terapeutik (T)
  • Fasilitasi komunikasi antara pasien dan pasangan mengenai kebutuhan serta kekhawatiran seksual mereka
  • Berikan privasi dan jaminan kerahasiaan penuh selama sesi konseling (gunakan pendekatan model PLISSIT: Permission, Limited Information, Specific Suggestions, Intensive Therapy)
  • Gunakan humor dan dorong pasien untuk mengungkapkan ketakutan serta mengajukan pertanyaan
  • Diskusikan efek penyakit, kondisi kesehatan, dan obat-obatan (mis. antihipertensi penyekat beta, antidepresan SSRI, kemoterapi) terhadap seksualitas
3. Edukasi (E)
  • Jelaskan modifikasi aktivitas seksual yang aman (mis. alternatif ekspresi keintiman melalui sentuhan/kasih sayang, penggunaan pelumas berbahan dasar air pada kekeringan vagina, atau pemilihan posisi yang tidak membebani fisik/luka operasi)
  • Anjurkan pasien tidak menghentikan obat medis secara sepihak akibat efek samping seksual
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi dengan dokter untuk evaluasi penyesuaian regimen obat atau rujukan ke seksolog/terapis perkawinan

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi