D.0062 · Gangguan Memori
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Memori (L.09079) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Verbalisasi kemampuan mempelajari hal baru | ↑ Meningkat |
| Verbalisasi kemampuan mengingat informasi faktual & perilaku tertentu yang pernah dilakukan | ↑ Meningkat |
| Verbalisasi kemampuan mengingat peristiwa | ↑ Meningkat |
| Verbalisasi pengalaman lupa | ↓ Menurun |
| Verbalisasi mudah lupa | ↓ Menurun |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Memori (L.09079) meningkat, dengan kriteria hasil: Verbalisasi kemampuan mempelajari hal baru meningkat, Verbalisasi kemampuan mengingat informasi faktual & perilaku tertentu yang pernah dilakukan meningkat, Verbalisasi kemampuan mengingat peristiwa meningkat, Verbalisasi pengalaman lupa menurun, Verbalisasi mudah lupa menurun.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Latihan Memori (I.06188)
Buka halaman intervensi I.06188 →
Definisi SIKI: Memfasilitasi peningkatan daya ingat dan fungsi kognitif melalui stimulasi serta strategi pengingat terstruktur.
1. Observasi (O)
- Identifikasi masalah memori yang dialami pasien (memori jangka pendek atau jangka panjang)
- Monitor perilaku dan perubahan daya ingat selama terapi
2. Terapeutik (T)
- Stimulasi memori dengan mengulang pikiran yang terakhir diekspresikan pasien
- Kenang pengalaman masa lalu bersama pasien (reminiscence therapy), jika sesuai
- Sediakan pengingat gambar atau tulisan (jadwal harian, kalender besar, label nama pada pintu/laci)
- Fasilitasi melakukan permainan pengasah memori (mis. teka-teki silang, menyusun puzzle, mencocokkan kartu gambar, menebak lagu/benda)
- Fasilitasi tugas pembelajaran baru (mis. mengingat nama staf atau informasi sederhana)
- Bantu pasien menyusun daftar hal-hal yang harus dilakukan (to-do list) atau menggunakan alarm pengingat minum obat
- Koreksi kesalahan orientasi secara lembut tanpa menghakimi atau membuat pasien frustrasi
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tujuan dan prosedur latihan memori kepada pasien dan keluarga
- Ajarkan teknik asosiasi nama/benda dan pencatatan buku saku untuk membantu daya ingat sehari-hari
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi rujukan ke terapis okupasi atau neuropsikolog untuk program rehabilitasi kognitif
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.