← Kembali ke daftar

D.0061 · Disrefleksia Otonom

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
D.0061 (SDKI) L.06053 (SLKI) I.06194 (SIKI)

Disrefleksia Otonom (D.0061)

Aktual · Fisiologis · Neurosensori

Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.

Luaran Keperawatan (SLKI): Status Neurologis (L.06053) · Ekspektasi: Membaik

Buka halaman luaran L.06053 →

Kriteria Hasil (Indikator SLKI)Arah target
Tingkat kesadaran, reaksi pupil, & orientasi kognitif↑ Meningkat
Komunikasi & kontrol motorik pusat↑ Meningkat
Fungsi sensorik/motorik kranial & spinal↑ Meningkat
Sakit kepala, kejang, & hipertermia↓ Menurun
Diaforesis & pandangan kabur↓ Menurun
Frekuensi kejang, TD, nadi, & pola napas↗ Membaik
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Status Neurologis (L.06053) membaik, dengan kriteria hasil: Tingkat kesadaran, reaksi pupil, & orientasi kognitif meningkat, Komunikasi & kontrol motorik pusat meningkat, Fungsi sensorik/motorik kranial & spinal meningkat, Sakit kepala, kejang, & hipertermia menurun, Diaforesis & pandangan kabur menurun, Frekuensi kejang, TD, nadi, & pola napas membaik.

Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Peningkatan Tekanan Intrakranial (I.06194)

Buka halaman intervensi I.06194 →

Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola kondisi peningkatan tekanan di dalam rongga kranium (> 15 mmHg) untuk mempertahankan perfusi serebral dan mencegah herniasi otak.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi penyebab peningkatan TIK (mis. lesi menempati ruang/perdarahan intrakranial, tumor otak, gangguan metabolisme, edema serebral, hidrosefalus)
  • Monitor tanda/gejala peningkatan TIK (mis. peningkatan tekanan darah dengan pelebaran tekanan nadi, bradikardia, pola napas ireguler/Cheyne-Stokes — Trias Cushing; penurunan kesadaran, sakit kepala hebat, muntah proyektil, papiledema, pelebaran pupil/anisokor)
  • Monitor MAP (Mean Arterial Pressure), CVP, PAWP, PAP, ICP (Intra Cranial Pressure), dan CPP (Cerebral Perfusion Pressure; target CPP ≥ 60–70 mmHg)
  • Monitor status pernapasan, nilai AGD (pertahankan normokapnia PaCO2 35–40 mmHg dan cegah hipoksia), serta intake dan output cairan
2. Terapeutik (T)
  • Minimalkan stimulus dengan menyediakan lingkungan yang tenang dan redup
  • Berikan posisi semi-Fowler (elevasi kepala tempat tidur 30 derajat) dengan posisi kepala dan leher netral/lurus di garis tengah untuk memfasilitasi drainase vena jugularis
  • Hindari manuver Valsava (mengejan), fleksi panggul ekstrem (> 90 derajat), dan batuk hebat
  • Cegah terjadinya kejang dan pertahankan suhu tubuh normal (normotermia; atasi demam secara agresif karena demam meningkatkan metabolisme otak dan TIK)
  • Berikan oksigenasi 100% sebelum dan sesudah melakukan penghisapan lendir (suctioning) serta batasi durasi suction < 10–15 detik
3. Edukasi (E)
  • Jelaskan kepada keluarga pentingnya tidak mengajak pasien berbicara berlebihan atau memberikan rangsangan yang mengejutkan
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian sedasi dan anti-konvulsan, jika perlu
  • Kolaborasi pemberian diuretik osmosis (manitol 20% atau cairan salin hipertonik NaCl 3%) dan pelunak tinja, jika perlu

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi