D.0055 · Gangguan Pola Tidur
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Definisi SDKI: Gangguan kualitas dan kuantitas waktu tidur akibat faktor eksternal.
Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)
- Hambatan lingkungan (pencahayaan, kebisingan, suhu, jadwal pemantauan)
- Kurang kontrol tidur
- Restrain fisik
Gejala & Tanda Mayor (SDKI)
Subjektif:
- Mengeluh sulit tidur
- Mengeluh sering terjaga
- Mengeluh tidak puas tidur
- Mengeluh pola tidur berubah
- Mengeluh istirahat tidak cukup
Objektif:
- (Tidak tersedia)
Gejala & Tanda Minor (SDKI)
Subjektif:
- Mengeluh kemampuan beraktivitas menurun
Objektif:
- Tampak menguap / mengantuk
Luaran Keperawatan (SLKI): Pola Tidur (L.05045) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Keluhan sulit tidur | ↓ Menurun |
| Keluhan sering terjaga | ↓ Menurun |
| Keluhan tidak puas tidur | ↓ Menurun |
| Keluhan pola tidur berubah & istirahat tidak cukup | ↓ Menurun |
| Kemampuan beraktivitas | ↑ Meningkat |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Pola Tidur (L.05045) membaik, dengan kriteria hasil: Keluhan sulit tidur menurun, Keluhan sering terjaga menurun, Keluhan tidak puas tidur menurun, Keluhan pola tidur berubah & istirahat tidak cukup menurun, Kemampuan beraktivitas meningkat.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Dukungan Tidur (I.05174)
Buka halaman intervensi I.05174 →
Definisi SIKI: Memfasilitasi siklus tidur dan terjaga yang teratur untuk memulihkan energi tubuh.
1. Observasi (O)
- Identifikasi pola aktivitas dan tidur
- Identifikasi faktor pengganggu tidur (fisik dan/atau psikologis seperti nyeri, sesak, bising, pencahayaan terang, kecemasan)
- Identifikasi makanan dan minuman yang mengganggu tidur (mis. kopi, teh, alkohol, makan mendekati waktu tidur, minum banyak air sebelum tidur)
- Identifikasi obat tidur yang dikonsumsi
2. Terapeutik (T)
- Modifikasi lingkungan (mis. pencahayaan diredupkan, kebisingan diminimalkan, suhu ruangan nyaman, matras dan tempat tidur bersih)
- Batasi waktu tidur siang, jika perlu (maksimal 30 menit agar tidak mengganggu tidur malam)
- Fasilitasi menghilangkan stres sebelum tidur
- Tetapkan jadwal tidur rutin dan kelompokkan tindakan keperawatan (clustering care) pada malam hari agar tidak sering membangunkan pasien
- Lakukan prosedur untuk meningkatkan kenyamanan (mis. pijat punggung, pengaturan posisi, terapi akupresur, rendam kaki air hangat)
3. Edukasi (E)
- Jelaskan pentingnya tidur cukup selama sakit
- Anjurkan menepati kebiasaan waktu tidur
- Anjurkan menghindari makanan/minuman yang mengganggu tidur
- Ajarkan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap gangguan pola tidur dan cara relaksasi otot/autogenic
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi dengan dokter terkait penyesuaian jadwal obat (mis. hindari pemberian diuretik pada malam hari) atau pemberian sedatif ringan bila perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.