D.0054 · Gangguan Mobilitas Fisik
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Definisi SDKI: Keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekstremitas secara mandiri.
Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)
- Kerusakan integritas struktur tulang
- Perubahan metabolisme
- Ketidakbugaran fisik
- Penurunan kendali otot / massa otot / kekuatan otot
- Kekakuan sendi / kontraktur
- Gangguan muskuloskeletal / neuromuskuler
- Nyeri
- Kecemasan / keengganan melakukan pergerakan
Gejala & Tanda Mayor (SDKI)
Subjektif:
- Mengeluh sulit menggerakkan ekstremitas
Objektif:
- Kekuatan otot menurun
- Rentang gerak (ROM) menurun
Gejala & Tanda Minor (SDKI)
Subjektif:
- Nyeri saat bergerak
- Enggan melakukan pergerakan
- Merasa cemas saat bergerak
Objektif:
- Sendi kaku
- Gerakan tidak terkoordinasi
- Gerakan terbatas
- Fisik lemah
Luaran Keperawatan (SLKI): Mobilitas Fisik (L.05042) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Pergerakan ekstremitas | ↑ Meningkat |
| Kekuatan otot & rentang gerak / ROM | ↑ Meningkat |
| Nyeri & kecemasan saat bergerak | ↓ Menurun |
| Kaku sendi & gerakan tidak terkoordinasi | ↓ Menurun |
| Gerakan terbatas & kelemahan fisik | ↓ Menurun |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Mobilitas Fisik (L.05042) meningkat, dengan kriteria hasil: Pergerakan ekstremitas meningkat, Kekuatan otot & rentang gerak / ROM meningkat, Nyeri & kecemasan saat bergerak menurun, Kaku sendi & gerakan tidak terkoordinasi menurun, Gerakan terbatas & kelemahan fisik menurun.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Dukungan Mobilisasi (I.05173)
Buka halaman intervensi I.05173 →
Definisi SIKI: Memfasilitasi pasien untuk meningkatkan aktivitas pergerakan fisik di tempat tidur maupun perpindahan posisi.
1. Observasi (O)
- Identifikasi adanya nyeri atau keluhan fisik lainnya
- Identifikasi toleransi fisik melakukan pergerakan
- Monitor frekuensi jantung dan tekanan darah sebelum memulai mobilisasi
- Monitor kondisi umum selama melakukan mobilisasi
2. Terapeutik (T)
- Fasilitasi aktivitas mobilisasi dengan alat bantu (mis. pagar tempat tidur, trapeze bar)
- Fasilitasi melakukan pergerakan, jika perlu
- Libatkan keluarga untuk membantu pasien dalam meningkatkan pergerakan
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tujuan dan prosedur mobilisasi
- Anjurkan melakukan mobilisasi dini
- Ajarkan mobilisasi sederhana yang harus dilakukan (mis. duduk di tempat tidur, duduk di sisi tempat tidur/dangling, pindah dari tempat tidur ke kursi)
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian analgesik sebelum mobilisasi pada pasien pasca operasi, jika perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.