D.0048 · Kesiapan Peningkatan Eliminasi Urin
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Eliminasi Urin (L.04034) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Sensasi berkemih | ↑ Meningkat |
| Desakan berkemih (urgensi) & distensi kandung kemih | ↓ Menurun |
| Berkemih tidak tuntas (hesitancy) & volume residu urin | ↓ Menurun |
| Urin menetes (dribbling), nokturia, & mengompol | ↓ Menurun |
| Disuria & anuria | ↓ Menurun |
| Frekuensi BAK & karakteristik urin | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Eliminasi Urin (L.04034) membaik, dengan kriteria hasil: Sensasi berkemih meningkat, Desakan berkemih (urgensi) & distensi kandung kemih menurun, Berkemih tidak tuntas (hesitancy) & volume residu urin menurun, Urin menetes (dribbling), nokturia, & mengompol menurun, Disuria & anuria menurun, Frekuensi BAK & karakteristik urin membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Eliminasi Urin (I.04152)
Buka halaman intervensi I.04152 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola gangguan pola eliminasi urin.
1. Observasi (O)
- Identifikasi tanda dan gejala retensi atau inkontinensia urin
- Identifikasi faktor yang menyebabkan retensi atau inkontinensia urin
- Monitor eliminasi urin (frekuensi, konsistensi, aroma, volume, dan warna)
2. Terapeutik (T)
- Catat waktu-waktu dan haluaran berkemih
- Batasi asupan cairan, jika perlu
- Ambil sampel urin tengah (midstream) atau kultur
3. Edukasi (E)
- Ajarkan tanda dan gejala infeksi saluran kemih
- Ajarkan mengukur asupan cairan dan haluaran urin
- Ajarkan mengambil spesimen urin midstream
- Ajarkan mengenali tanda berkemih dan waktu yang tepat untuk berkemih
- Ajarkan terapi modalitas penguatan otot-otot panggul/berkemihan
- Anjurkan minum yang cukup, jika tidak ada kontraindikasi
- Anjurkan mengurangi minum menjelang tidur
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian obat supositoria uretra, jika perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.