D.0041 · Inkontinensia Fekal
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Kontinensia Fekal (L.04035) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Kemampuan mengontrol pengeluaran feses | ↑ Meningkat |
| Kemampuan menunda defekasi | ↑ Meningkat |
| Pengeluaran feses tanpa disadari | ↓ Menurun |
| Frekuensi inkontinensia fekal | ↓ Menurun |
| Kondisi kulit perianal | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Kontinensia Fekal (L.04035) membaik, dengan kriteria hasil: Kemampuan mengontrol pengeluaran feses meningkat, Kemampuan menunda defekasi meningkat, Pengeluaran feses tanpa disadari menurun, Frekuensi inkontinensia fekal menurun, Kondisi kulit perianal membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Eliminasi Fekal (I.04151)
Buka halaman intervensi I.04151 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola gangguan pola ekskresi gastrointestinal.
1. Observasi (O)
- Identifikasi masalah usus dan penggunaan obat pencahar
- Identifikasi pengobatan yang berefek pada kondisi gastrointestinal
- Monitor buang air besar (warna, frekuensi, konsistensi, volume)
- Monitor tanda dan gejala diare, konstipasi, atau impaksi
2. Terapeutik (T)
- Berikan air hangat setelah makan
- Jadwalkan waktu defekasi bersama pasien
- Sediakan makanan tinggi serat
3. Edukasi (E)
- Jelaskan jenis makanan yang membantu meningkatkan keteraturan peristaltik usus
- Anjurkan mencatat warna, frekuensi, konsistensi, dan volume feses
- Anjurkan meningkatkan aktivitas fisik, sesuai toleransi
- Anjurkan pengurangan asupan makanan yang meningkatkan pembentukan gas
- Anjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi serat
- Anjurkan meningkatkan asupan cairan, jika tidak ada kontraindikasi
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian obat supositoria anal, jika perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.