D.0040 · Gangguan Eliminasi Urin
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Definisi SDKI: Disfungsi eliminasi urin.
Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)
- Penurunan kapasitas kandung kemih
- Iritasi kandung kemih
- Kelemahan otot pelvis
- Outlet kandung kemih tidak lengkap (BPH)
Gejala & Tanda Mayor (SDKI)
Subjektif:
- Desakan berkemih (urgensi)
- Urin menetes (dribbling)
- Sering buang air kecil
- Nokturia
- Mengompol
Objektif:
- Distensi kandung kemih
- Berkemih tidak tuntas (hesitancy)
- Volume residu urin meningkat
Gejala & Tanda Minor (SDKI)
Subjektif:
- Disuria / anuria
Objektif:
- (Tidak tersedia)
Luaran Keperawatan (SLKI): Eliminasi Urin (L.04034) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Sensasi berkemih | ↑ Meningkat |
| Desakan berkemih (urgensi) & distensi kandung kemih | ↓ Menurun |
| Berkemih tidak tuntas (hesitancy) & volume residu urin | ↓ Menurun |
| Urin menetes (dribbling), nokturia, & mengompol | ↓ Menurun |
| Disuria & anuria | ↓ Menurun |
| Frekuensi BAK & karakteristik urin | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Eliminasi Urin (L.04034) membaik, dengan kriteria hasil: Sensasi berkemih meningkat, Desakan berkemih (urgensi) & distensi kandung kemih menurun, Berkemih tidak tuntas (hesitancy) & volume residu urin menurun, Urin menetes (dribbling), nokturia, & mengompol menurun, Disuria & anuria menurun, Frekuensi BAK & karakteristik urin membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Eliminasi Urin (I.04152)
Buka halaman intervensi I.04152 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola gangguan pola eliminasi urin.
1. Observasi (O)
- Identifikasi tanda dan gejala retensi atau inkontinensia urin
- Identifikasi faktor yang menyebabkan retensi atau inkontinensia urin
- Monitor eliminasi urin (frekuensi, konsistensi, aroma, volume, dan warna)
2. Terapeutik (T)
- Catat waktu-waktu dan haluaran berkemih
- Batasi asupan cairan, jika perlu
- Ambil sampel urin tengah (midstream) atau kultur
3. Edukasi (E)
- Ajarkan tanda dan gejala infeksi saluran kemih
- Ajarkan mengukur asupan cairan dan haluaran urin
- Ajarkan mengambil spesimen urin midstream
- Ajarkan mengenali tanda berkemih dan waktu yang tepat untuk berkemih
- Ajarkan terapi modalitas penguatan otot-otot panggul/berkemihan
- Anjurkan minum yang cukup, jika tidak ada kontraindikasi
- Anjurkan mengurangi minum menjelang tidur
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian obat supositoria uretra, jika perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.