D.0037 · Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Keseimbangan Elektrolit (L.03021) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Serum natrium (135–145 mEq/L) | ↗ Membaik |
| Serum kalium (3,5–5,0 mEq/L) | ↗ Membaik |
| Serum klorida | ↗ Membaik |
| Serum kalsium | ↗ Membaik |
| Serum magnesium & fosfor | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Keseimbangan Elektrolit (L.03021) meningkat, dengan kriteria hasil: Serum natrium (135–145 mEq/L) membaik, Serum kalium (3,5–5,0 mEq/L) membaik, Serum klorida membaik, Serum kalsium membaik, Serum magnesium & fosfor membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Pemantauan Elektrolit (I.03122)
Buka halaman intervensi I.03122 →
Definisi SIKI: Mengumpulkan dan menganalisis data terkait regulasi keseimbangan elektrolit.
1. Observasi (O)
- Identifikasi kemungkinan penyebab ketidakseimbangan elektrolit
- Monitor kadar elektrolit serum
- Monitor albumin dan protein total, sesuai indikasi
- Monitor ketidakseimbangan asam-basa, sesuai indikasi
- Monitor kehilangan cairan, jika perlu
- Monitor tanda dan gejala ketidakseimbangan kadar elektrolit: hipokalemia (kelemahan otot, disritmia jantung, gelombang U, parestesia, penurunan refleks), hiperkalemia (peka rangsang, gelisah, mual, kram abdomen, gelombang T tinggi), hiponatremia (kram otot, kejang, kebingungan), hipernatremia (haus, demam, mukosa kering, konfusi), hipokalsemia (tetani, tanda Chvostek/Trousseau, spasme karpopedal), hiperkalsemia (nyeri tulang, haus, anoreksia, letargi), hipomagnesemia (tremor, hiperrefleksia, disfagia), hipermagnesemia (depresi pernapasan, bradikardia, hiporefleksia)
2. Terapeutik (T)
- Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
- Dokumentasikan hasil pemantauan
3. Edukasi (E)
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
- Informasikan hasil pemantauan, jika perlu
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi koreksi elektrolit bersama dokter bila hasil pemantauan berada di luar rentang normal
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.