D.0033 · Risiko Disfungsi Motilitas Gastrointestinal
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Motilitas Gastrointestinal (L.03023) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Pengosongan lambung | ↑ Meningkat |
| Flatus | ↑ Meningkat |
| Nyeri, kram, & distensi abdomen | ↓ Menurun |
| Mual, muntah, & regurgitasi | ↓ Menurun |
| Diare | ↓ Menurun |
| Suara peristaltik | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Motilitas Gastrointestinal (L.03023) membaik, dengan kriteria hasil: Pengosongan lambung meningkat, Flatus meningkat, Nyeri, kram, & distensi abdomen menurun, Mual, muntah, & regurgitasi menurun, Diare menurun, Suara peristaltik membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Nutrisi (I.03119)
Buka halaman intervensi I.03119 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola asupan nutrisi yang seimbang.
1. Observasi (O)
- Identifikasi status nutrisi
- Identifikasi alergi dan intoleransi makanan
- Identifikasi makanan yang disukai
- Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrien
- Identifikasi perlunya penggunaan selang nasogastrik
- Monitor asupan makanan
- Monitor berat badan
- Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (albumin, transferin, protein total, elektrolit)
2. Terapeutik (T)
- Lakukan oral hygiene sebelum makan, jika perlu
- Fasilitasi menentukan pedoman diet (mis. piramida makanan)
- Sajikan makanan secara menarik dan suhu yang sesuai
- Berikan makanan tinggi serat untuk mencegah konstipasi
- Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein
- Berikan suplemen makanan, jika perlu
- Hentikan pemberian makan melalui selang nasogastrik jika asupan oral dapat ditoleransi
3. Edukasi (E)
- Anjurkan posisi duduk, jika mampu
- Ajarkan diet yang diprogramkan
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian medikasi sebelum makan (mis. pereda nyeri, antiemetik), jika perlu
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan jenis nutrien yang dibutuhkan, jika perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.