D.0027 · Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Definisi SDKI: Variasi kadar glukosa darah naik/turun dari rentang normal.
Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)
- Hiperglikemia: disfungsi pankreas, resistensi insulin
- Hipoglikemia: penggunaan insulin atau obat glikemik oral, kurang asupan nutrisi
Gejala & Tanda Mayor (SDKI)
Subjektif:
- Hipoglikemia: mengantuk, pusing
- Hiperglikemia: lelah atau lesu
Objektif:
- Hipoglikemia: gangguan koordinasi, GDS rendah
- Hiperglikemia: GDS/urin tinggi
Gejala & Tanda Minor (SDKI)
Subjektif:
- Hipoglikemia: palpitasi, mengeluh lapar
- Hiperglikemia: mulut kering, haus meningkat
Objektif:
- Hipoglikemia: gemetar, berkeringat
- Hiperglikemia: jumlah urin meningkat (poliuria)
Luaran Keperawatan (SLKI): Kestabilan Kadar Glukosa Darah (L.03022) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Koordinasi & tingkat kesadaran | ↑ Meningkat |
| Mengantuk, pusing, & lelah/lesu | ↓ Menurun |
| Keluhan lapar, gemetar, & berkeringat | ↓ Menurun |
| Mulut kering & rasa haus | ↓ Menurun |
| Kadar glukosa dalam darah | ↗ Membaik |
| Kadar glukosa dalam urin | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Kestabilan Kadar Glukosa Darah (L.03022) meningkat, dengan kriteria hasil: Koordinasi & tingkat kesadaran meningkat, Mengantuk, pusing, & lelah/lesu menurun, Keluhan lapar, gemetar, & berkeringat menurun, Mulut kering & rasa haus menurun, Kadar glukosa dalam darah membaik, Kadar glukosa dalam urin membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Hiperglikemia (I.03115)
Buka halaman intervensi I.03115 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola kadar glukosa darah di atas normal.
1. Observasi (O)
- Identifikasi kemungkinan penyebab hiperglikemia dan situasi yang meningkatkan kebutuhan insulin
- Monitor kadar glukosa darah, jika perlu
- Monitor tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsia, polifagia, kelemahan, malaise, pandangan kabur, sakit kepala)
- Monitor intake dan output cairan, keton urin, AGD, elektrolit, tekanan darah ortostatik dan frekuensi nadi
2. Terapeutik (T)
- Berikan asupan cairan oral
- Konsultasi dengan medis jika tanda dan gejala hiperglikemia tetap ada atau memburuk
- Fasilitasi ambulasi jika ada hipotensi ortostatik
3. Edukasi (E)
- Anjurkan menghindari olahraga saat kadar glukosa darah > 250 mg/dL
- Anjurkan monitor kadar glukosa darah secara mandiri dan kepatuhan terhadap diet serta olahraga
- Ajarkan pengelolaan diabetes (penggunaan insulin, obat oral, monitor asupan cairan, penggantian karbohidrat)
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian insulin, cairan IV, dan kalium, jika perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.