D.0024 · Ikterik Neonatus
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Rincian diagnosis ini sedang dilengkapi. Luaran SLKI dan intervensi SIKI utama di bawah sudah tertaut.
Luaran Keperawatan (SLKI): Adaptasi Neonatus (L.10098) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Berat badan | ↑ Meningkat |
| Membran mukosa kuning, kulit kuning, & sklera kuning | ↓ Menurun |
| Prematuritas | ↓ Menurun |
| Suhu tubuh, frekuensi jantung, & frekuensi napas | ↗ Membaik |
| Respons terhadap stimulus & aktivitas ekstremitas | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Adaptasi Neonatus (L.10098) membaik, dengan kriteria hasil: Berat badan meningkat, Membran mukosa kuning, kulit kuning, & sklera kuning menurun, Prematuritas menurun, Suhu tubuh, frekuensi jantung, & frekuensi napas membaik, Respons terhadap stimulus & aktivitas ekstremitas membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Fototerapi Neonatus (I.03091)
Buka halaman intervensi I.03091 →
Definisi SIKI: Memberikan terapi sinar fluorescent yang ditujukan kepada kulit neonatus untuk menurunkan kadar bilirubin.
1. Observasi (O)
- Monitor ikterik pada sklera dan kulit bayi (derajat Kramer)
- Identifikasi kebutuhan cairan sesuai dengan usia gestasi dan berat badan
- Monitor suhu dan tanda vital setiap 4 jam sekali
- Monitor efek samping fototerapi (hipertermia, diare, ruam kulit, dehidrasi, penurunan berat badan > 8–10%)
2. Terapeutik (T)
- Siapkan lampu fototerapi dan inkubator atau kotak bayi
- Lepaskan pakaian bayi kecuali popok
- Berikan penutup mata (eye protector/biliband) yang pas pada bayi dan pastikan mata tertutup sebelum dipasang
- Ukur jarak lampu dan permukaan kulit bayi (30 cm atau sesuai rekomendasi alat)
- Ubah posisi bayi setiap 2–3 jam agar seluruh permukaan tubuh terpapar sinar secara merata
- Matikan lampu fototerapi dan buka penutup mata saat ibu menyusui bayi
3. Edukasi (E)
- Anjurkan ibu menyusui sesering mungkin (setiap 2–3 jam selama 20–30 menit) untuk meningkatkan ekskresi bilirubin melalui feses
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemeriksaan darah vena bilirubin total, direk, dan indirek secara berkala
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.