D.0023 · Hipovolemia
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Definisi SDKI: Penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler.
Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)
- Kehilangan cairan aktif
- Kegagalan mekanisme regulasi
- Peningkatan permeabilitas kapiler
- Kekurangan intake cairan
- Evaporasi
Gejala & Tanda Mayor (SDKI)
Subjektif:
- (Tidak tersedia)
Objektif:
- Frekuensi nadi meningkat
- Nadi teraba lemah
- Tekanan darah menurun
- Tekanan nadi menyempit
- Turgor kulit menurun
- Membran mukosa kering
- Volume urin menurun
- Hematokrit meningkat
Gejala & Tanda Minor (SDKI)
Subjektif:
- Merasa lemah
- Mengeluh haus
Objektif:
- Pengisian vena menurun
- Status mental berubah
- Suhu tubuh meningkat
- Konsentrasi urin meningkat
- Berat badan turun tiba-tiba
Luaran Keperawatan (SLKI): Status Cairan (L.03028) · Ekspektasi: Membaik
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Kekuatan nadi, turgor kulit, & output urin | ↑ Meningkat |
| Pengisian vena | ↑ Meningkat |
| Ortopnea, dispnea, & PND | ↓ Menurun |
| Edema anasarka & edema perifer | ↓ Menurun |
| Perasaan lemah & keluhan haus | ↓ Menurun |
| Frekuensi nadi, TD, JVP, Hb, & Ht | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Status Cairan (L.03028) membaik, dengan kriteria hasil: Kekuatan nadi, turgor kulit, & output urin meningkat, Pengisian vena meningkat, Ortopnea, dispnea, & PND menurun, Edema anasarka & edema perifer menurun, Perasaan lemah & keluhan haus menurun, Frekuensi nadi, TD, JVP, Hb, & Ht membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Hipovolemia (I.03116)
Buka halaman intervensi I.03116 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola penurunan volume cairan intravaskuler.
1. Observasi (O)
- Periksa tanda dan gejala hipovolemia (frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, tekanan nadi menyempit, turgor kulit menurun, membran mukosa kering, volume urin menurun, hematokrit meningkat, haus, lemah)
- Monitor intake dan output cairan
2. Terapeutik (T)
- Hitung kebutuhan cairan
- Berikan posisi modified Trendelenburg
- Berikan asupan cairan oral
3. Edukasi (E)
- Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
- Anjurkan menghindari perubahan posisi mendadak
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian cairan IV isotonis (NaCl, RL), hipotonis, koloid, atau produk darah
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.