D.0022 · Hipervolemia
Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
Definisi SDKI: Peningkatan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular.
Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)
- Gangguan mekanisme regulasi
- Kelebihan asupan cairan
- Kelebihan asupan natrium
- Gangguan aliran balik vena
Gejala & Tanda Mayor (SDKI)
Subjektif:
- Ortopnea
- Dispnea
- Paroxysmal nocturnal dyspnea (PND)
Objektif:
- Edema anasarka dan/atau edema perifer
- Berat badan meningkat dalam waktu singkat
- JVP dan/atau CVP meningkat
- Refleks hepatojugular positif
Gejala & Tanda Minor (SDKI)
Subjektif:
- (Tidak tersedia)
Objektif:
- Distensi vena jugularis
- Terdengar suara napas tambahan
- Hepatomegali
- Oliguria
- Intake lebih banyak dari output
Luaran Keperawatan (SLKI): Keseimbangan Cairan (L.03020) · Ekspektasi: Meningkat
| Kriteria Hasil (Indikator SLKI) | Arah target |
|---|---|
| Asupan cairan & haluaran urin | ↑ Meningkat |
| Kelembapan membran mukosa & asupan makanan | ↑ Meningkat |
| Edema, dehidrasi, & asites | ↓ Menurun |
| Konfusi | ↓ Menurun |
| Tekanan darah & denyut nadi radial | ↗ Membaik |
| Turgor kulit & berat badan | ↗ Membaik |
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Keseimbangan Cairan (L.03020) meningkat, dengan kriteria hasil: Asupan cairan & haluaran urin meningkat, Kelembapan membran mukosa & asupan makanan meningkat, Edema, dehidrasi, & asites menurun, Konfusi menurun, Tekanan darah & denyut nadi radial membaik, Turgor kulit & berat badan membaik.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Hipervolemia (I.03114)
Buka halaman intervensi I.03114 →
Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola kelebihan volume cairan intravaskuler dan ekstraseluler serta mencegah terjadinya komplikasi.
1. Observasi (O)
- Periksa tanda dan gejala hipervolemia (ortopnea, dispnea, edema, JVP/CVP meningkat, refleks hepatojugular positif, suara napas tambahan)
- Identifikasi penyebab hipervolemia
- Monitor status hemodinamik, intake dan output cairan, serta tanda hemokonsentrasi/hemodilusi
- Monitor kecepatan infus secara ketat dan efek samping diuretik
2. Terapeutik (T)
- Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama
- Batasi asupan cairan dan garam
- Tinggikan kepala tempat tidur 30–40 derajat
3. Edukasi (E)
- Anjurkan melapor jika haluaran urin < 0,5 mL/kg/jam dalam 6 jam atau BB bertambah > 1 kg dalam sehari
- Ajarkan cara mengukur dan mencatat asupan dan haluaran cairan serta cara membatasi cairan
4. Kolaborasi (K)
- Kolaborasi pemberian diuretik
- Kolaborasi penggantian kehilangan kalium akibat diuretik
- Kolaborasi pemberian continuous renal replacement therapy (CRRT), jika perlu
Susun askep dengan AI
Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.
Referensi
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 Cetakan II. Jakarta: PPNI.