← Kembali ke daftar

D.0020 · Diare

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
D.0020 (SDKI) L.04033 (SLKI) I.03101 (SIKI)

Diare (D.0020)

Aktual · Fisiologis · Nutrisi dan Cairan

Definisi SDKI: Pengeluaran feses yang sering, lunak dan tidak berbentuk.

Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)

  • Inflamasi/iritasi gastrointestinal
  • Proses infeksi
  • Malabsorpsi
  • Kecemasan / tingkat stres tinggi
  • Terpapar kontaminan

Gejala & Tanda Mayor (SDKI)

Subjektif:
  • (Tidak tersedia)
Objektif:
  • Defekasi lebih dari tiga kali dalam 24 jam
  • Feses lembek atau cair

Gejala & Tanda Minor (SDKI)

Subjektif:
  • Urgensi
  • Nyeri/kram abdomen
Objektif:
  • Frekuensi peristaltik meningkat
  • Bising usus hiperaktif

Luaran Keperawatan (SLKI): Eliminasi Fekal (L.04033) · Ekspektasi: Membaik

Buka halaman luaran L.04033 →

Kriteria Hasil (Indikator SLKI)Arah target
Kontrol pengeluaran feses↑ Meningkat
Keluhan defekasi lama dan sulit↓ Menurun
Mengejan saat defekasi & distensi abdomen↓ Menurun
Teraba massa pada rektal & nyeri abdomen↓ Menurun
Konsistensi feses, frekuensi defekasi, & peristaltik usus↗ Membaik
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Eliminasi Fekal (L.04033) membaik, dengan kriteria hasil: Kontrol pengeluaran feses meningkat, Keluhan defekasi lama dan sulit menurun, Mengejan saat defekasi & distensi abdomen menurun, Teraba massa pada rektal & nyeri abdomen menurun, Konsistensi feses, frekuensi defekasi, & peristaltik usus membaik.

Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Diare (I.03101)

Buka halaman intervensi I.03101 →

Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola diare dan dampaknya.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi penyebab diare (inflamasi gastrointestinal, iritasi gastrointestinal, proses infeksi, malabsorpsi, ansietas, stres, efek obat-obatan, pemberian botol susu)
  • Identifikasi riwayat pemberian makanan dan gejala invaginasi
  • Monitor warna, volume, frekuensi, dan konsistensi tinja
  • Monitor tanda dan gejala hipovolemia (takikardia, nadi teraba lemah, TD turun, turgor kulit turun, mukosa mulut kering, CRT melambat, BB menurun)
  • Monitor iritasi dan ulserasi kulit di daerah perianal serta jumlah pengeluaran diare
2. Terapeutik (T)
  • Berikan asupan cairan oral (larutan garam gula, oralit, pedialyte)
  • Pasang jalur intravena dan berikan cairan intravena (ringer asetat, ringer laktat), jika perlu
  • Ambil sampel darah untuk pemeriksaan darah lengkap dan elektrolit serta sampel feses untuk kultur, jika perlu
3. Edukasi (E)
  • Anjurkan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap
  • Anjurkan menghindari makanan pembentuk gas, pedas dan mengandung laktosa
  • Anjurkan melanjutkan pemberian ASI
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian obat antimotilitas, antispasmodik/spasmolitik, atau obat pengeras feses (atapulgit, smektit, kaolin-pektin), serta suplemen Zinc pada anak

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi