← Kembali ke daftar

D.0017 · Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif

Catatan Akademik: Panduan ini adalah alat bantu belajar mahasiswa dan perawat. Isi kamus masih dilengkapi dan belum diverifikasi penuh terhadap buku resmi; untuk dokumentasi rekam medis resmi, selalu rujuk buku standar DPP PPNI (SDKI, SLKI, SIKI) dan SPO institusi.
D.0017 (SDKI) L.02014 (SLKI) I.06194 (SIKI)

Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif (D.0017)

Risiko · Fisiologis · Sirkulasi

Definisi SDKI: Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak.

Penyebab / Faktor Risiko (SDKI)

  • Aterosklerosis aorta / embolisme
  • Cedera kepala
  • Hipertensi
  • Infark miokard akut / fibrilasi atrium
  • Neoplasma otak
  • Stenosis karotis / aneurisma serebri

Gejala & Tanda Mayor (SDKI)

Subjektif:
  • (Diagnosis Risiko: dinilai dari faktor risiko)
Objektif:
  • Faktor risiko klinis: Hipertensi, riwayat stroke, trauma kepala, peningkatan TIK, penurunan GCS

Gejala & Tanda Minor (SDKI)

Subjektif:
  • Sakit kepala hebat
Objektif:
  • Perubahan tingkat kesadaran, perubahan reaksi pupil, kelemahan ekstremitas sesisi

Luaran Keperawatan (SLKI): Perfusi Serebral (L.02014) · Ekspektasi: Meningkat

Buka halaman luaran L.02014 →

Kriteria Hasil (Indikator SLKI)Arah target
Tingkat kesadaran & kognitif↑ Meningkat
Tekanan intrakranial / TIK↓ Menurun
Sakit kepala, gelisah, & kecemasan↓ Menurun
Agitasi & demam↓ Menurun
Nilai rata-rata tekanan darah / MAP↗ Membaik
Refleks saraf↗ Membaik
Rumusan Tujuan & Kriteria Hasil:
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x 24 jam, maka Perfusi Serebral (L.02014) meningkat, dengan kriteria hasil: Tingkat kesadaran & kognitif meningkat, Tekanan intrakranial / TIK menurun, Sakit kepala, gelisah, & kecemasan menurun, Agitasi & demam menurun, Nilai rata-rata tekanan darah / MAP membaik, Refleks saraf membaik.

Intervensi Keperawatan (SIKI): Manajemen Peningkatan Tekanan Intrakranial (I.06194)

Buka halaman intervensi I.06194 →

Definisi SIKI: Mengidentifikasi dan mengelola kondisi peningkatan tekanan di dalam rongga kranium (> 15 mmHg) untuk mempertahankan perfusi serebral dan mencegah herniasi otak.

1. Observasi (O)
  • Identifikasi penyebab peningkatan TIK (mis. lesi menempati ruang/perdarahan intrakranial, tumor otak, gangguan metabolisme, edema serebral, hidrosefalus)
  • Monitor tanda/gejala peningkatan TIK (mis. peningkatan tekanan darah dengan pelebaran tekanan nadi, bradikardia, pola napas ireguler/Cheyne-Stokes — Trias Cushing; penurunan kesadaran, sakit kepala hebat, muntah proyektil, papiledema, pelebaran pupil/anisokor)
  • Monitor MAP (Mean Arterial Pressure), CVP, PAWP, PAP, ICP (Intra Cranial Pressure), dan CPP (Cerebral Perfusion Pressure; target CPP ≥ 60–70 mmHg)
  • Monitor status pernapasan, nilai AGD (pertahankan normokapnia PaCO2 35–40 mmHg dan cegah hipoksia), serta intake dan output cairan
2. Terapeutik (T)
  • Minimalkan stimulus dengan menyediakan lingkungan yang tenang dan redup
  • Berikan posisi semi-Fowler (elevasi kepala tempat tidur 30 derajat) dengan posisi kepala dan leher netral/lurus di garis tengah untuk memfasilitasi drainase vena jugularis
  • Hindari manuver Valsava (mengejan), fleksi panggul ekstrem (> 90 derajat), dan batuk hebat
  • Cegah terjadinya kejang dan pertahankan suhu tubuh normal (normotermia; atasi demam secara agresif karena demam meningkatkan metabolisme otak dan TIK)
  • Berikan oksigenasi 100% sebelum dan sesudah melakukan penghisapan lendir (suctioning) serta batasi durasi suction < 10–15 detik
3. Edukasi (E)
  • Jelaskan kepada keluarga pentingnya tidak mengajak pasien berbicara berlebihan atau memberikan rangsangan yang mengejutkan
4. Kolaborasi (K)
  • Kolaborasi pemberian sedasi dan anti-konvulsan, jika perlu
  • Kolaborasi pemberian diuretik osmosis (manitol 20% atau cairan salin hipertonik NaCl 3%) dan pelunak tinja, jika perlu

Susun askep dengan AI

Punya skenario kasus fiktif? Buka Asisten AI dengan mode Askep 3S yang sudah terpilih, lalu tulis kasusnya.

Susun askep dengan AI →

Referensi